Upcoming Event

Musik News

Liputan

Latest Updates

COKELAT RILIS SINGLE “GARUDA” DAN BANGKITKAN GERAKAN #GARUDABANGET

22.46.00
INFO EVENT GIGS - “… Kita harus sadari, bahwa kita sebagai orang Indonesia sudah keren sejak lahir! #GarudaBanget!!!”

Siapa pun tahu, negara kita baru saja mendapat terpaan cobaan berat yang menyinggung perpecahan, yang menodai toleransi, kebersamaan hing-ga pengingkaran Bhinneka Tunggal Ika. Padahal sejak dulu, Indonesia telah dikenal sebagai sebuah bangsa besar dengan keragamannya, negara besar nan hebat, yang bagaimana pun - disadari atau tidak - (masih) menyimpan potensi masif yang sangat layak dibanggakan. Sisi kehebatan itu seperti tenggelam oleh lautan hasutan, yang nyaris menggerus rasa kebanggaan dan menjadi terlupakan oleh banyak orang. 

COKELAT, sebagai band yang sejak awal selalu konsisten terhadap pembangkitan rasa nasionalisme ingin kembali memupuk rasa bangga itu, lewat “GARUDA”, sebuah single baru yang kembali digarap bekerja sama dengan produser Irwan Simanjuntak dan label HaloHei Entertainment.

Lewat single tersebut - yang diluncurkan untuk turut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 - EDWIN MARSHAL SYARIF (gitar), RONNY FEBRY NUGROHO (bass) dan JACKLINE “J” ROSSY (vokal) ingin mengajak untuk mengesampingkan perbedaan, mengesampingkan opini-opini politik, dan fokus pada hal-hal yang patut dibanggakan sebagai bangsa Indone-sia, hal-hal yang bisa kembali mengangkat harkat dan martabat bangsa kita.

“Ini tidak ada hubungannya dengan dunia politik,” cetus Edwin menegaskan. “Kami merilis single ‘Garuda’ sebagai ajakan. Sebuah gerakan non-politik. Kami tidak berbicara perbedaan, kami tidak berbicara tentang Bhinneka Tunggal Ika, tidak berbicara tentang pilihan politik. ‘Garuda’ adalah sebuah gambaran bahwa Indonesia itu hebat, Indonesia itu indah, Indonesia keren, yang kami rangkum dalam lagu ‘Garuda’. Kami mengajak orang untuk menjadi hebat dan bangga menjadi diri sendiri, dan kemudian menjadi besar dan bangga menjadi orang Indonesia. Ini sebuah ajakan un-tuk bangkit, berkarya, berjuang untuk menjadi orang Indonesia hebat. Se-buah gerakan #GarudaBanget!”

“Kami ingin mengajak orang-orang untuk lebih positif memandang Indonesia. Kita semua, siapa pun itu, bisa menjadi #GarudaBanget walau lewat hal-hal kecil sekalipun, tapi positif dan berdampak bagus terhadap lingkungan. Misalnya, membuang sampah pada tempatnya, atau membu-dayakan antri. Itu semua bisa membuat kita hebat, dan layak disebut #GarudaBanget,” seru Jackline menimpali. 

Kenapa harus ‘Garuda’?

Semua orang butuh simbol untuk mewakili sesuatu yang dilakukann-ya. Misalnya lebaran, identik dengan simbol ketupat, atau di musik, ada simbol not ‘toge’. Simbol bisa berupa jargon, bisa juga berupa nada atau bahkan sosok binatang. 

Nah, Indonesia sendiri punya simbol yang bisa dibanggakan. Selain bendera Merah Putih, ada simbol ‘Burung Garuda’ yang dilambangkan sangat powerful, sangat besar, tapi bijaksana, tidak buas, sosok yang melindungi, sebuah sosok mitos yang akhirnya dijadikan lambang negara.

Tapi dalam kaitannya dengan single “Garuda”,  penggunaan kata ‘garuda’ di sini bukan dimaksudkan sebagai lambang negara. Tepatnya, COKELAT mengajak untuk menggunakan simbol ‘garuda’ sebagai sesuatu yang bisa mewakili rasa kebanggaan. Karena ketika kita berbicara tentang kepintaran, kehebatan, atau bahkan kecantikan, maka akan melibatkan berbagai variabel. Sisi pandang dan selera setiap manusia berbeda-beda. Kepintaran misalnya, setiap orang pasti punya defenisi yang berbeda dalam mengartikannya. 

“Jadi kita harus mencari sebuah simbol dimana semua orang yakin bahwa simbol itu memang sebuah lambang kehebatan, atau kekerenan, yang bisa dibanggakan,” urai Ronny memperjelas. 

Lebih jauh, Ronny, Edwin dan Jackline menuturkan keprihatinannya terhadap gunjingan banyak orang yang kerap atau cenderung mengedepankan konotasi negatif tentang Indonesia.

"Misalnya, yang nggak bisa antri itu Indonesia banget, yang membu-ang sampah sembarangan itu Indonesia banget, tim sepak bola-nya selalu kalah itu Indonesia banget…. Kenapa Indonesia banget itu selalu yang bu-ruk. Kenapa gedung-gedung yang tertata rapi itu selalu dianggap bule banget?  Amerika banget, atau Jepang banget…? Menurut kami, anggapan itu justru menyakitkan hati jika melambangkan Indonesia pada sesuatu yang berkonotasi negatif,” tutur Ronny menyesalkan.

Fenomena itulah yang lantas menjadi salah satu alasan COKELAT memilih simbol ‘Burung Garuda’, sebuah simbol yang tak pernah mewakili keburukan. Garuda tidak pernah melambangkan sesuatu yang buruk. Saat kita membicarakan Garuda, maka kita akan membayangkan sesuatu yang megah dan membanggakan. Seperti Indonesia, yang punya banyak sumber daya manusia yang hebat, kekayaan alam berlimpah, dan potensi lainnya, yang bahkan diperebutkan oleh negara-negara lain. 

Demi untuk menegaskan komitmen untuk membangkitkan rasa ke-banggaan itu, maka COKELAT berinisiatif untuk mengumandangkan lagu “GARUDA”, yang akan dibarengi sebuah kampanye positif di berbagai media sosial, yang didukung berbagai tokoh dan seniman - terutama artis dan musisi Indonesia - yang juga memiliki keyakinan bahwa Indonesia itu hebat dan #GarudaBanget!    

Endah N Rhesa Indie Ride (24 Juli – 9 Agustus 2017)

22.25.00
Passionville x Endah N Rhesa'
Endah N Rhesa Indie Ride 2017

Date: 24 Juli - 9 Agustus 2017

24 - 28 Juli 2017
• Semarang
• Salatiga
• Solo
• Jogjakarta

7 - 10 Agustus 2017
• Malang
• Sidoarjo
• Surabaya

TUNGGU KAMI BERSEPEDA KE KOTAMU

More nfo
Tysa Sasono : 081314309888

Endah N Rhesa Indie Ride 24 Juli – 9 Agustus 2017

22.16.00
(Pict From: Reiproject Music)

INFO EVENT GIGS - Bersepeda adalah kenangan masa kecil yang manis bagi kami. Lalu keinginan tersebut kembali muncul di tengah kami menjalani profesi sebagai musisi independen. Saat ini, kami akan bersepeda cukup jauh dari rumah kami dan rute yang biasa kami lalui. Rute pertama yaitu bersepeda dari kota Semarang - Solo - Jogjakarta. Kemudian dilanjutkan rute kedua di kota Malang - Surabaya.

Kami adalah musisi yang ingin mendapatkan pengalaman baru yang memperkaya hidup dan musik kami. Berkolaborasi dengan program Passion di Indonesia, Passionville, melalui 'Passionville x Endah N Rhesa', kami akan melakukan perjalanan ini dengan sepenuh hati. Kami akan singgah, mengadakan acara yang intim berkaitan dengan musik dan berbagi pengalaman mengenai manajemen musik kepada earFriends (pendengar musik Endah N Rhesa) di kota-kota yang menjadi tujuan kami. Kami juga senang karena mendapatkan dukungan dari Rodalink yang memfasilitasi sepeda dan segala perlengkapannya sehingga perjalanan ini akan tenang dan nyaman.


Perjalanan ini akan membuat kami merefleksikan diri di atas sepeda mengenai apa yang kami lalui dan apa yang akan kami jumpai nanti. Yes, we are Endah N Rhesa. We ride with passion!

Sandhy Sondoro kembali menorehkan prestasi di ajang festival musik international "The Grand Prix Winner of International Music Festival “White Nights of St. Petersburg”

23.50.00
(Pict from: BestBeat Music)

INFO EVENT GIGS - Sandhy Sondoro kembali menorehkan prestasi di ajang festival musik internasional! Di bulan July ini, Sandhy terpilih sebagai The Grand Prix Winner of International Music Festival “White Nights of St. Petersburg”. Sebuah festival musik yang diikuti oleh berbagai musisi di seluruh dunia.

International Music Festival “White Nights of St. Petersburg” ini digelar pertama kali di tahun 1992 dan langsung didaulat menjadi salah satu festival musik internasional yang bergengsi. Festival ini makin mendunia mulai 2011 berkat support dari Presiden V.Putin. Selain diikuti oleh berbagai musisi bertalenta dari seluruh dunia, para musisi internasional juga menaruh perhatian terhadap acara ini. Terbukti dari tampilnya berbagai artis internasional terkenal yang tampil dalam ajang ini, diantaranya adalah Boney M, A-Ha, David Coverdale, Glenn Hughes, Rick Wakeman, Joe Cocker, Sheryl Crow, Steve Vai, Mr. Big, Bryan May (ex. Queen), Julio Iglesias, Ringo Starr & All Starr Band, Deep Purple, dan masih banyak lagi. Bahkan musisi terkenal Ricky Martin pun pernah menjuarai festival ini di sekitar tahun 2002 mewakili USA.

Bertempat di Oktyabrsky Grand Concert Hall – Rusia, Sandhy Sondoro yang berkompetisi di International Music Festival “White Nights of St. Petersburg” pada tanggal 8-10 July 2017 kemarin, menyanyikan dua lagu yaitu ‘End of Rainbow’ pada hari pertama dan ‘When a Man Loves a Woman’ pada hari kedua. Selama dua hari kompetisi, Sandhy selalu memimpin perolehan nilai.

Di kompetisi hari pertama, dari 10 juri hanya satu yang memberikan nilai 9 kepada Sandhy. Selebihnya memberikan nilai 10 untuk penampilan Sandhy yang malam itu mengenakan suit warna hijau dari desainer Indonesia, Samuel Wattimena. Sedangkan di kompetisi hari kedua, Sandhy yang hari itu mengenakan kemeja motif batik yang juga merupakan rancangan Samual Wattimena ini mendapat nilai 10 dari seluruh juri yang hadir. Bisa dibilang, penampilan Sandhy Sondoro di gelaran International Music Festival “White Nights of St. Petersburg” memukau para dewan juri.

“Yeay Indonesia, saya menang! Kita menang! Indonesia menang!” ungkap Sandhy penuh syukur dan gembira sesaat setelah dinobatkan sebagai The Grand Prix Winner of International Music Festival “White Nights of St. Petersburg”.

Selain Indonesia di urutan pertama atau Grand Prix Winner, posisi berikutnya ditempati oleh Thailand sebagai Juara 2, Yunan dan Israel sebagai Juara 3 dan Russia sebagai juara ke 4.

Kemenangan ini tentunya merupakan hal yang membanggakan bagi Sandhy Sondoro dan juga Indonesia. Karena di ajang ini, Indonesia menjadi juara dunia! Bahkan Brandon Stone, agen Sandhy di Eropa yang sekaligus sahabat mengungkapkan bahwa kemenangan Sandhy ini sangatlah special. Karena dengan terpilihnya Sandhy menjadi The Grand Prix Winner berarti ia diakui sebagai best of the best dari seluruh peserta di festival musik tersebut.

“Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia untuk usaha saya di ajang International Music Festival “White Nights of St. Petersburg” ini. Alhamdulilah saya berhasil menorehkan prestasi dan nama Indonesia di kancah musik dunia. Semoga kemenangan ini membawa banyak hal positif bagi perkembangan musik Indonesia khususnya di dunia internasional. Terima kasih, Indonesia!” ungkap Sandhy.

Selamat, Sandhy Sondoro!


ATLESTA MERILIS ALBUM ANYAR BERTAJUK GESTURES

23.24.00

INFO EVENT GIGS - Sebagai albumnya yang paling ambisius, penuh tantangan dan sarat nuansa sinematik. Solois electro-pop asal kota Malang, Atlesta, resmi merilis album baru bertajuk Gestures mulai tanggal 17 Juli 2017. Album ini berisi 13 lagu termasuk memuat tiga singel yang sudah pernah dirilis sebelumnya: “Shovia”, “Recalling”, dan “Pure Fantasy”. 

Gestures dirilis oleh label rekaman Pops You Good dalam format fisik (versi regular dan limited edition) serta format digital yang diedarkan di berbagai layanan music store. Sebelum ini, Atlesta juga sudah pernah merilis dua album studio, Secret Talking (2012) dan Sensation (2014), serta satu album live-recording bertajuk Live at Boulevard Hill (2015).

“Ini album yang paling ribet buat saya. Prosesnya cukup lama dan memakan biaya yang lumayan banyak juga...” tegas Fifan Christa, pemuda yang berada di balik brand dan nama panggung Atlesta, mengenai album Gestures.   

Saat mengerjakan materi album Gestures, Fifan Christa mengaku banyak mengurung diri di dalam studio. Menghabiskan banyak waktu untuk mengkonsep dan merancang terobosan musik terbaru. Ia mengaku menulis materi musik Gestures sejak tahun 2015, kemudian mulai masuk proses rekaman pada awal tahun 2016 di lokasi yang berpindah-pindah. 

Proses rekaman album Gestures dikerjakan di tiga tempat: Delicore Studio (Yogjakarta), ALS Studio (Jakarta), dan ETC Studio (Malang). Untuk proses mixing-nya dilakoni oleh Wendi Arintyo di ALS Studio. Sedangkan sesi mastering-nya dikerjakan oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville, Amerika Serikat.

“Dari materi dasar yang sudah jadi banyak yang lalu saya ulik lagi. Hampir setiap lagu, revisinya bisa di atas 10 kali,” ungkap Fifan Christa. “Awalnya ada stok 18 lagu. Trus kita seleksi lagi bareng-bareng sama tim manajemen Atlesta jadi 14 lagu. Sampai akhirnya diputuskan 13 lagu yang layak masuk di album Gestures...”

Dalam proses pengerjaan album Gestures, Fifan Christa dibantu oleh beberapa musisi. Seperti Mahatamtama Arya yang mengisi bagian gitar pada hampir semua lagu. Lalu ada Intan Ayu Wulansary dan Ristri Putri yang merekam vokal latarnya untuk sejumlah track. 

Dalam merancang Gestures, Fifan Christa mengaku justru mendapat banyak inspirasi dari referensi film-film kategori indie-cult yang biasanya cenderung flat. Pengaruhnya agak terasa pada nuansa album Gestures yang menjadi agak 'sinematik'. Penuh dengan tensi yang datar serta plot twist.

“Gara-gara suka film, saya jadi banyak mendengarkan komposisinya Thomas Newman dan Hans Zimmer,” tutur Fifan Christa yang juga menggemari kisah-kisah superhero terbitan Marvel dan DC Comics. 

Kalau secara musikal, album Gestures ini menurut Fifan Christa membawa denyut pop yang ambient. Ia juga menambahkan unsur-unsur dari jenis musik dream pop, nu disco, darkwave, soul, R&B, sampai elektronik 70-an sebagai referensinya. 

“Selama menggarap album ini saya banyak mendengarkan Fatboy Slim, Depeche Mode, The Cure, Sting, sampai Gorrilaz...” katanya. “Juga Kendrick Lamar untuk ide nada-nada hiphop dan R&B-nya...”

Hasilnya, Gestures menawarkan beragam alur musik dengan pendekatan yang berbeda-beda. Seperti “Finale” yang berlaku minor dan repetitif, “Season” yang mengalun lembut dan atmosferik, “Golden Essence” yang bertempo upbeat dan danceable, “The Gravity” yang berjalan datar dan malas, hingga “Twin Cities” yang kental akan aroma pop dan sentuhan jazzy di banyak lini. 

Di balik album yang diproduseri oleh Fifan Christa dan Hertasnim Syahid ini juga melibatkan tim produksi dan awak manajemen yang cukup banyak. Selain sektor produksi musik, ada beberapa orang yang ditugaskan khusus untuk menangani artwork, desain, tipografi, video, website, hingga store dan merchandise.   

Selepas merilis album Gestures, Atlesta sudah merencanakan sejumlah aktifitas ke depan. Seperti antara lain memproduksi font dan tipografi resmi, merancang pameran dan eksebisi visual, serta menerbitkan buku yang berisi kumpulan tulisan interpretasi dari 13 lagu di album Gestures

“Semua rencana itu sudah kita siapkan bareng tim manajemen di Atlesta. Kayaknya program dan timeline kerjaan kami cukup padat sampai akhir tahun ini,” ujar Fifan Christa dengan mimik serius. “Dan sesungguhnya, seluruh proses album ini cukup mengubah hidup saya...” 

Tracklist GESTURES Album:

01. FINALE
02. THE NEW YOUTH LIVING
03. PURE FANTASY
04. RECALLING
05. LUNA PARC
06. STRANGERS NOW
07. SHOVIA
08. VLACA
09. SEASON
10. GOLDEN ESSENCE
11. THE GRAVITY
12. TWIN CITIES
13. GESTURES

Album Gestures bisa disimak melalui tautan berikut:
Apple Music ; smarturl.it/Gestures

Bonita & the hus BAND Rilis Single “Rumah Temanku” dan Melanjutkan Tur Mandirinya ke Babak Keempat

22.57.00

INFO EVENT GIGS - Bonita & the hus BAND (BNTHB) merilis lagu “Rumah Temanku” sebagai single kedua album “Rumah”. “Semoga perasaan kerasan, nyaman, dan bahagia bukan lagi timbul atau efek dari, tapi bisa jadi gaya hidup. Itu tandanya kita saling memiliki, belong to each other. Di mana pun kita tinggal dan hidup”, jelas Adoy (nama panggilan Petrus Briyanto Adi, penulis lagu “Rumah Temanku”) tentang tema lagu sekaligus semangat tur #BelongToEachOther yang sedang mereka jalankan.

Tidak hanya keempat personil BNTHB, dua musisi tradisi turut serta dalam rekaman lagu ini. Silir Pujiwati (penyanyi dari Yogyakarta) dan Butong Olala (pemain akordeon juga punggawa musik Ronggeng Deli) menyumbangkan rasa dan unjuk musikal mereka membuat lagu dengan tema yang sederhana ini semakin terasa teduh dan ringan. “Kami senang sekali bekerjasama dengan mbak Silir dan bang Butong, terasa seperti pulang ke rumah... kembali ke roots”, tutur Bonita tentang kesannya bekerjasama dengan kedua musisi tersebut. Lyrics video lagu “Rumah Temanku” dapat dilihat di tautan ini: http://bit.ly/rumahtemanku

Rilisnya single kedua album “Rumah” ini juga menandakan berlanjutnya #BelongToEachOther TOUR 2017 ke babak keempat. Tur mandiri yang sudah berjalan tiga babak sejak bulan Februari 2017 ini telah singgah ke 25 tempat-kota-desa di Jabodetabek, Bandung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Babak keempat akan berlangsung 20-29 Juli 2017 untuk daerah Sumatera Utara: Nias, Medan, Laguboti, Pematang Siantar, dan Binjai. “Ini adalah babak keempat dari empat yang direncanakan. Semoga bisa lancar, bermanfaat, dan berdampak”, ujar Bharata. Tur yang bertagarkan #maribergerak #pastiberdampak ini membawa pesan “merayakan kebhinnekaan dan merawat kebersamaan”. “Terimakasih banyak atas dukungan baik moral, material, dan tentunya juga pengertian dan doa dari keluarga serta saudara-saudara semua. Dari tur ini kami bertambah banyak saudara”, kesan Jimmy tentang tur yang masih sedang berjalan ini.

Jadwal lengkap #BelongToEachOther TOUR 2017 babak keempat bisa dilihat di website resmi: bnthb.com/home/events/ juga di laman Facebook: facebook.com/BNTHB atau bisa lihat gambar dibawah ini

Album “Rumah” bisa didapat baik secara fisik (CD) via demajors.com dan toko-toko CD, juga di toko-toko digital online (iTunes, Spotify, Amazon, etc.).

Diary Of Alexandria Rilis Music Video Clip 'Semakin Erat'

23.03.00

INFO EVENT GIGS - Setelah merilis albumnya yang berjudul ‘THE BEGINING OF THE NEW STORY’ pada tahun 2015, band Post Hardcore asal Purwokerto, Diary Of Alrxandria, akan merilis single kedua mereka pada 16 juli 2017 bersamaan juga dengan perillisan Video Clip pertama di channel Youtube mereka.

Semakin Erat ini mengisahkan tentang semangat mereka sendiri untuk mengejar mimpi mimpi yang belum tercapai dan tetap bertahan dalam kondisi iklim musik yang ada. Dari segala banyak halang rintang dari luar sana yang terus mencoba merendahkan kita, kita akan tetap semangat dan akan semakin erat, ujar yovi irawan sang vocalist Diary Of Alexandria.

Dengan release nya MVC Semakin Erat ini juga menunjukan eksistensi mereka untuk kembali lagi dan bersemangat untuk bersaing di perhelatan bisnis musik tanah air. Semoga MusicVideo Clip Semakin Erat bisa diterima, khususnya anak anak muda yang menyukai Genre Post Hardcore sendiri dan dari genre lainnya.

PAGELARAN SENI BUDAYA PERTAMA DAN TERBESAR DI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

22.44.00

INFO EVENT GIGS - “Muda berbudaya serta kreatif dalam seni.” adalah tagline yang selalu menjadi pedoman bagi setiap “Rangers” (sebutan panitia Unisi Art Fest 2017). 7 bulan persiapan berbuah manis, yakni pada tanggal 8 dan 9 Juli 2017 sekitar 5178+ (lima ribu seratus tujuh puluh delapan ribu) estimasi pengunjung yang hadir selama 2 hari penyelenggaraan acara ini menjadi saksi terselenggaranya pagelaran seni budaya pertama dan terbesar di Universitas Islam Indonesia Unisi Art Festival 2017. Kesuksesan acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik bagi pagelaran selanjutnya dan bisa menjadi tolak ukur positif bagi seluruh agenda yang ada di Universitas Islam Indonesia, tentunya dalam konteks seni dan budaya.

Konsep menarik dengan rangkaian acara 2 hari berturut – turut menjadi terobosan baru yang digagas oleh teman-teman Rangers Unisi Art Fest dianungi oleh Kreasi Mahasiswa LEM UII, dimana menuai daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Di mulai dari lomba fotografi, live lomba mural, lukis dan kaligrafi lalu ditutup manis dengan aneka penampilan kolaborasi seni dan budaya dari talent – talent semua fakultas di UII dan unit kegiatan mahasiswa, sejatinya Unisi Art Fest memang di branding untuk dapat meningkatkan eksistensi talenta seni dari mahasiswa UII sendiri. Selain penampilan dan lomba, terdapat juga permainan tradisional seperti congklak, bakiak dan tapak gunung, serta ada pasar mahasiswa yang merupakan bazaar dari berbagai produk kreatif mahasiswa yang bekerjasama dengan IBISMA UII dan beberapa tenant eksternal juga turut hadir dalam acara ini, yang dimana total terdapat 24 stand kreatif pada pagelaran pertama ini.

“berani” satu kata yang menggambarkan pagelaran pertama Unisi Art Festival 2017 ini. Kolaborasi musik, teater dan seni tari menjadi satu konsep perpaduan yang sempurna pada malam itu. Pengunjung dari berbagai kalangan yang hadir tampak terhibur dengan jalannya acara ini. Bentuk apresiasi tidak hanya datang dari kalangan mahasiswa UII sendiri, namun juga dari masyarakat dan mahasiswa – mahasiswa Universitas lain khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Para Rangers menyadari akan adanya tanggung jawab yang besar saat menyelenggarakan pagelaran pertama ini, harumnya nama Universitas Islam Indonesia menjadi salah satu tanggung jawab Rangers Unisi Art Fest 2017 dan itu telah mereka buktikan di tgl 8-9 Juli 2017 lalu.

Pesan Rektor melalui Ir. Agus Taufiq, M.Sc. sebagai Wakil Rektor III Universitas Islam Indonesia pada saat pembukaan acara ini tanggal 8 Juli 2017 di hall Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya, beliau mengatakan “pak rektor berpesan kepada saya bahwa seni dan budaya harus dikembangkan di Universitas Islam Indonesia..” pesan ini seraya membangkitkan semangat baru bagi seluruh Mahasiswa UII untuk lebih kreatif lagi dalam berkreasi dan senantiasa dapat mengapresiasi pagelaran seni dan budaya dikampus nya sendiri UII. Semoga dapat terlaksana kembali pagelaran seni budaya Unisi Art Festival di tahun – tahun berikutnya
 
Copyright ©2014 - INFO EVENT GIGS - Portal Seputar Musik | Designed by OddThemes