Upcoming Event

Musik News

Liputan

Latest Updates

tour DUADRUM di 7 kota besar

18.12.00
INFO EVENT GIGS - Sebuah showcase yang di selenggarakan oleh DUADRUM di 7 kota besar yaitu bogor, bandung, sukabumi, malang, jogja, semarang, solo. Ide ini berawal dari Iqbal dan Yandi yang ingin menyapa penggemarnya secaralangsung, karena lewat jempol saja tidak cukup,lebih baik bertemu langsung. Tidak hanya menonton sajianmusik, teman-teman juga akan melihat atraktif permainan DUADRUM dan para penonton akan mendapatkan pengalaman seru di bergerak tour 2017.

Dalam bergerak tour 2017 DUADRUM menyiapkan konsep panggung yang sangat berbeda.menjadi band pertama di Indonesia dengan 2 drummer muda yang mempunyai ciri khas 1 set drum dimainkan dengan 2 orang dalam sebuah pertunjukan musik, DUADRUM akan membawakan lagu-lagu dari album BERGERAK dengan aransemen yang baru. Sebelum tour ini berlangsung kita membuka kesempatan kepada teman-teman untuk tampil bersama DUADRUM di panggung BERGERAK TOUR melalui proses seleksi yang diadakanvia instagram @duadrum.

Dalam rangkaian tour ini DUADRUM menyapa parapenggemarny adalam sesi meet n greet disana penggemar bisa saling bertanya jawab,sharing tentang music bersama DUADRUM Kita harapkan dengan diadakannya tou rini dapat menjadi media untuk menyampaikan hal-hal positif melalui musik dan dapat menjadikan contoh yang baiku ntuk para penggemar. Dan juga alatpromosi DUADRUM

Konser Hari Jadi ke-8 bonita & the hus BAND dan Peluncuran Album Kedua

17.54.00

INFO EVENT GIGS - 12 April adalah hari jadi kelompok musik bonita & the hus BAND (BNTHB), ditandai dengan bergabungnya Jimmy Tobing ke dalam formasi yang sudah ada yaitu Bonita, Petrus Briyanto Adi, dan Bharata Eli Gulö pada tahun 2009. BNTHB tampil pertama kali dalam format mini combo acoustic quartet pada event reguler mingguan di sebuah kafe (saat itu) bernama Loca yang bertempat di jl. Benda, Kemang, Jakarta Selatan.

Beberapa karya telah mereka hasilkan selama delapan tahun ini, di antaranya: dua buah konser, dua album rekaman audio, satu buah album rekaman audio-video, dua lawatan festival ke luar negeri, keikutsertaan di beberapa festival di tanah air di samping banyak events yang turut mereka ramaikan, serta dua buah tur yang telah (#BeNiceToEachOther TOUR 2015) dan yang tengah mereka jalani (#BelongToEachOther TOUR 2017). “Untuk sebuah kelompok musik, usia kami masih muda, semoga diijinkan semesta untuk terus berkarya dan bermanfaat. Konser ini adalah salah bentuk syukur dan terimakasih atas dukungan keluarga dan teman-teman selama ini”, ujar Bonita.

Sebuah konser sederhana mereka rancang dan persiapkan sebagai perayaan hari jadi ke-8 BNTHB. Konser dengan nama “8th Anniversary CONCERT & Album Launching” akan diselenggarakan pada hari Rabu 12 April 2017, di Auditorium Erasmus Huis, Jakarta. Seperti namanya, selain merayakan hari jadi, konser ini juga meluncurkan album kedua BNTHB berjudul “Rumah” yang telah dirilis di akhir tahun 2016 lalu. Album yang cukup banyak menuai komentar positif dari banyak pendengar ini tengah mereka jalankan turnya dengan tajuk #BelongToEachOther TOUR 2017 yang akan memasuki babak kedua di akhir bulan April 2017.

“Masih tiga babak lagi yang kami rencanakan untuk tur ini, sampai saat ini kami masih mencari sokongan dana dan sponsor.. moga-moga pada saatnya, tur ini bisa berjalan sesuai dengan jadwal. Beberapa tempat yang akan kami singgahi sudah memberikan respon yang begitu positif dan hangat, semoga benar bisa kami sambangi”, jelas Adoy mengenai tur yang sedang mereka jalankan. Babak pertama yang meliputi wilayah Jabodetabek-Bandung telah mereka jalankan di bulan Februari - Maret lalu. Babak-babak berikutnya adalah: babak II (Bali - Nusa Tenggara), babak III (Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat), babak IV (Nias, Medan, Dolok Sanggul).

Dalam “8th Anniversary CONCERT & Album Launching” ini, BNTHB tidak hanya tampil berempat. Mereka akan dibantu oleh beberapa musisi tambahan dan tamu: Andie Jonathan Palempung (piano, keyboards), Yusuf Dharmawan Soerachmadi (bass guitar), Butong Olala (accordeon), dan Silir Pujiwati (vocal).

Selain di venue pada hari-H, tiket untuk menyaksikan konser ini bisa didapatkan sejak hari Senin 3 April 2017 melalui nomor telepon: 0818 0675 0961 dan/ atau email ke: ticket.bnthb@gmail.com.

MORSCODE MELUNCURKAN SINGLE PERTAMA DARI MINI ALBUMNYA, “CALM DOWN”

21.57.00

INFO EVENT GIGS - Jauh sebelum bermusik dibawah nama Morscode, empat pria yang berasal dari kota Bekasibernama Hendy (vocal/guitar), Agam (vocal/guitar), Tyo (bass/vocal) dan Dioma (drums) berada dibawah unit poppunk yang bernama Army of Antarctic. Setelah enam tahun lamanya bermain dibawah nama tersebut, akhirnya mereka memutuskan untuk mengganti nama menjadi Morscodeserta mengubah aliran musik mereka ke alternative rock.Setelah Morscode berjalan satu tahun, pada tahun 2014 salah seorang personel mereka yaitu Hendy harus melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kepergian sementara Hendysaat itu mendorong Morscodeuntuk merekrut Gilang sebagai anggota additional untuk mengisisi kekosongan pada departemen gitar, saat ini Gilang telah menjadi anggota tetap band.

Hingga taat ini, Morscode telah merilis 2 buah single—“The Ceremonial Axis” dan “Solstice”—sebagai upaya untuk memperkenalkan perubahan identitas mereka. Kedua single tersebut telah diunggah kelaman resmi Morscode diBandcamp, Soundcloud,dan jugaYouTube.

Pada akhir tahun 2015,Morscode mulai memasuki dapur rekaman untuk menggarap sebuah mini album. Namun, proses rekaman tersebut sempat tertunda selama hampir dua tahunakibat kesibukan tiap-tiap personelnya. Tak hanya proses rekaman, di dalam kurun waktu tersebut Morscode juga absen tampil di panggung. Tahun ini Morscode kembali melanjutkan proses rekaman dan berencana meluncurkan sebuah mini album—diperkirakan rilis Juni mendatang—sebagai sebuah bentuki perayaanatas perjalanan mereka yang pada tahun ini mencapai genap 10 tahun. Proses rekaman mini albumkini telah rampung dan Morscodesiap untuk meluncurkansinglepertama bertajuk “Calm Down” dari mini album tersebutpadatanggal 1 April mendatang.“Calm Down” akan dirilis dalam tiga format, yaitu digital, music video, dan kaset pita. Pada 1 April mendatang, lagu akan diunggah melalui akun Bandcamp, Soundcloud, dan YouTube Morscode.Music video akan diunggah pada tanggal yang sama melalui akun YouTube dari label yang menaungi Morscode, yaitu Leeds Records.Namun, format kaset pitabaru akan dirilis—juga di bawah naungan Leeds Records—tepat pada perhelatan Record Store Day Indonesia 2017 (21-22 April 2017).


“Dari segi musik, gua mengupayakan agar lagu ini bisa merepresentasikan kekusutan yang gua hadapi setelah lulus kuliah dulu. Walau terdengar agresif, lagu ini sebenarnya justru dibuat sebagai sandaran untuk menenangkan diri dari kondisi-kondisi yang gua hadapi saat itu, itu kenapa judulnya ‘Calm Down’,” jelas Hendy sebagai  penulis lagu. Gitaris dan vokalis Agam menambahkan, “’Calm Down’ sendiri bagi gua adalah pengingat bahwa terlepas dari segala hambatan yang selama ini dihadapi oleh Morscode, momen untuk kami kembali bermusik bersama pada akhirnya akan datang.” Single teranyar Morscode direkam di beberapa tempat dan melibatkan beberapa recording engineer di antaranya Haryo Widi, Wisnu Ikhsantama, termasuk vokalis dan gitaris Agam.

Youtube link :

Bandcamp link :

Soundcloud link :

"Sampah" Single perdana dari debut album Scarhead Barricade

21.41.00

INFO EVENT GIGS - Setelah melalui proses panjang bertahun-tahun, Scarhead Barricade akhirnya segera merilis album perdananya. Berisi 11 nomor ledak, debut album ini dapat membawa angin segar dunia musik keras ranah Sulawesi dan Indonesia secara luas.

Panjangnya waktu penggarapan album ini berdampak pada musikalitas dan proses kreatif masing-masing personil. Setelah menarik perhatian dengan merilis EP pada tahun 2013, kuartet Raynard Batara (vokal), Ayad (gitar), Bebet (bas) dan Andi (drum) berusaha tetap aktif di kancah lokal. Meliar dari gig ke gig hingga tampil di beberapa panggung festival besar telah mereka jalani dengan menikmati proses demi prosesnya. Selama proses tersebut, kegiatan recording juga dicicil hingga akhirnya debut album bertajuk Earthsiap dirilis tahun ini. 

Sebelum itu, nikmati dulu salah satu single yang akan masuk dalam album perdana band yang terbentuk tahun 2010 tersebut. “Sampah” dipilih karena dapat memberikan gambaran keseluruhan album Earth.


Dibuka dengan riff gitar yang agresif lalu disambut dengan suara distorsi liar bas dan vokal yang garang mengawali titik awal lagu ini. Dari lirik yang ditulis oleh Raynard, lagu ini bercerita tentang keresahan dan kemarahan seseorang terhadap sampah yang berserakan di ruang terbuka publik yang sepertinya belum menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah khususnya.

“Sampah” yang menjadi lagu andalan ini akan menjadi pemantik headbang ataupun amuk dalam circle pit. Dan di tanggal 3 April 2017, Scarhead Barricade akan melepas resmi single ini dan dapat diunduh gratis melalui halaman website Senggama Records; www.senggamarecords.com.

Selanjutnya, album Earth siap dirilis tanggal 21 April 2017 bertepatan dengan momen Record Store Day. Diluncurkan oleh Senggama Records, record label independen dimana Scarhead Barricade bernaung, debut album ini akan menggerinda telinga para metalhead!


“Sampah”

Bau busuk menghumus ke permukaan
Daratan subur hanyalah hayalan utopia semata
Daratan sampah terhampar luas
Plastik kertas menghiasi setiap sudut kota
Omong kosong jagalah kebersihan
Sadarkah? sadarkah?
Setiap sampah mengancam ekosistem planet kita
Kadang tak masalah
Satu persatu sampah menumpuk menjadi sumber bakteri
Kuman bersuka ria menginfeksi manusia
Sumber malapetaka
Kadang manusia tak sadar bencana mereka ciptakan
Semesta bergemuruh alam tak berkompromi
Manusia menciptakan bencana
Berujung saling menyalahkan
Salahmu
Karenamu
Ulahmu
Salahmu 
Salahmu
Haruskah seperti ini saling menyalahkan 
Semesta bergemuruh alam tak berkompromi
Manusia menciptakan bencana
Berujung saling menyalahkan
Selamatkan diri sendiri menuju masa depan

Marsya merilis "Cinta Tak Begini" untuk Single Perdana dari Debut Albumnya

08.24.00

INFO EVENT GIGS - Marsya, mahasiswi universitas negeri di Bogor, mencintai musik sejak kecil. Berawal dari sekolah dasar, kecintaannya dengan musik terutama menyanyi tidak hilang hingga sekarang. Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia tarik suara dan bergabung dengan berbagai kelompok musik baik solo, vocalgroup, paduan suara hingga band dengan berbagai genre, tahun 2017 Marsya merilis lagu yang berjudul Cinta Tak Begini. 

Single Cinta Tak Begini dipilih untuk menandai debut albumnya yang berjudul sama yang akan dirilis pertengahan tahun 2017 ini.

Lagu Cinta Tak Begini, menceritakan tentang seorang wanita yang dikhianati oleh laki-laki yang sangat dicintainya.  Meski rindu, rasa sakit yang terlalu dalam dirasakan membuatnya memilih untuk pergi. Ia berharap bahwa cinta tidak sesakit ini, karena cinta tidak menyakiti dan seharusnya cinta tak begini.

Lagu ini diciptakan oleh Bamsqaila, dengan lirik dan nada-nada yang mudah diterima telinga pendengar. Poses rekaman cukup singkat dilakukan di Metro Studio, serta Bagastara sebagai operator.

Marsya berharap agar lagu ini dapat diterima dan dinikmati oleh pendengar setia musik Indonesia. 

Nantikan single ini yang secara resmi akan dirilis di berbagai platform digital tanggal 12 Maret 2017.

Shaggydog Rillis Putra Nusantara Aftermovie

07.56.00
(Poster & Text: DoggyHouse Records)

INFO EVENT GIGS - Masih terasa segar dalam ingatan, dan masih ada beberapa postingan di medsos bertagar #KonserPutraNusantara sampai saat ini...

Ya, beberapa waktu yang lalu, tepatnya 23 Desember 2016, di Gudang Sarinah Ekosistem, Jakarta, Shaggydog melangsungkan  konser tunggal pertama sepanjang karir mereka, sekaligus sebagai sebuah 'selametan' atas dirilisnya album "Putra Nusantara"( dapat dibeli melalui www.albumputranusantara.com ).

Serunya, personel Shaggydog sedikit banyak terlibat langsung di dalam proses pengerjaan konserini, bahu membahu bekerjasama dengan tim dari Jogja dan Jakarta.
Dan untungnya, semua keseruan tersebut direkam dengan apik oleh tim dokumentasi Konser  Putra Nusantara, Lokacinema

Setelah melalui proses editing yang cukup panjang, akhirnya jadilah sebuah film documenter pendek berjudul "Konser Putra Nusantara Aftermovie". Film dengan durasisekitar 25 menitini berisi apa, siapa dan bagaimana di balik proses Konser Putra Nusantara dibuat. Mulai dari perjalanan dari Jogja, latihan di studio, dan masih banyak lagi, sampai hari-H.

Film "Konser Putra Nusantara Aftermovie" ini akan ditayangkan hari Kamis, 9 Maret 2017, jam 13.00 WIB melalui kanal YouTube Shaggydog : Youtube.com/thedoggytv

Diharapkan, semoga film ini dapat membawa penonton untuk ikut merasakan keseruan yang dialami oleh para personil Shaggydog menuju #KonserPutraNusantara ,dan semoga konser ini dapat terulang kembali di tahun 2017, dimana Shaggydog akan genap berumur 20 tahun. 

Tanpa Koma, sebuah eksplorasi sisi gelap diiringi nada-nada memikat oleh Monkey to Millionaire

20.55.00

INFO EVENT GIGSSetelah jeda empat tahun sejak Inertia, akhirnya Monkey to Millionaire kembali juga pada Maret 2017 dengan Tanpa Koma, album ketiga tersebut dan juga album pertama yang mereka produksi serta edarkan sendiri di bawah bendera Binatang Records. Apa yang ada di pikiran Monkey to Millionaire untuk album ini? “Lebih ke penasaran: ‘Kalau bikin lagu syahdu, bisa nggak?’” kata Wisnu. “Tapi pada akhirnya, eksekusinya banyak juga lagu yang kencang, cuma nggak sekencang Inertia.”

Direkam mulai tahun 2015 di SAE Jakarta, Syaelendra Studio dan Studio Monyet – nama julukan untuk rumah Aghan Sudrajat, bassis Monkey to Millionaire – Tanpa Koma adalah “album yang proses produksinya paling ribet dibanding album-album sebelumnya,” kata Aghan, sahabat terdekat Wisnu dalam bermusik dan kehidupan sehari-hari sejak SMP. “Harus lewat tiga studio rekaman, dua mixing engineer yang berbeda, dan dua mastering engineer yang berbeda juga.”

Walau proses rekamannya memang berlika-liku, hasil akhirnya terdengar setimpal dengan sound yang terdengar kaya namun tidak berlebihan. Entah itu tembang seperti “Tular”, lagu pembuka bertempo cepat dengan permainan drum yang mengesankan oleh M. Rama Adibrata, maupun “Teduh Hari Ini”, yang menempatkan suara Wisnu seolah-olah sedang berbisik di telinga kita, kesepuluh lagu di Tanpa Koma sarat akan bunyi-bunyi yang memanjakan kuping.

Kalau di album-album sebelumnya lirik lagu Monkey to Millionaire ada yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Inggris, maka Tanpa Koma merupakan album pertama mereka yang sepenuhnya berisi lirik berbahasa Indonesia. Jika belum cukup jelas lewat lagu-lagu seperti “Replika” dan “Sepi Melaju”, Tanpa Koma semakin membuktikan kelas Wisnu sebagai pencipta lirik dengan karakter kuat dan sudut pandang unik. Namun kalau diminta untuk menjelaskan arti di balik liriknya, Wisnu hanya berkata, “Gue benar-benar nggak bisa banyak cerita, karena banyak persoalan internal. Makanya judulnya Tanpa Koma, karena persoalan internal itu nggak berhenti.”

Alhasil, Wisnu hanya bersedia memberi sedikit informasi tentang lagu-lagunya yang terinspirasi kisah nyata, baik yang dialaminya sendiri maupun yang terjadi di sekitarnya. Misalnya “Nista”, dengan bass line angker dari Aghan yang sesuai dengan lirik  bercerita tentang seseorang yang mengkhianati keluarganya sampai rela meninggalkan anaknya sendiri. Atau “Malam Mangsa", sebuah kisah tentang istri yang menelantarkan suami dan anaknya, dengan musik yang berawal pelan dan makin lama makin menggelegar. Bahkan “Mengetuk Hati Benalu” yang terdengar riang dengan gitar akustik dan koor vokal latar bercerita tentang rasa tidak senang saat ketemu teman lama.

Menyimak liriknya mungkin akan membuat kita berpikir Wisnu adalah orang yang mengidap depresi, namun menurutnya, “Gue nggak suka lirik lagu tentang kepositifan secara gamblang, karena nggak seru. Kalau senang, pasti kelihatan. Untuk apa ngomong sesuatu yang sudah kelihatan?” Cara observasi itulah yang dapat menghasilkan “Kekal”, lagu yang bercerita tentang orang yang pelan-pelan ditinggal sekitarnya. Tapi lain halnya dengan sang narator di lagu itu yang meratap, “Menuju ke mana dari sini, ku tanpa arah”, Wisnu tahu betul apa yang diinginkan untuk musiknya. “Sekarang sudah memikirkan album keempat!” katanya.

Tapi sebelum melangkah sejauh itu, silakan simak dulu Tanpa Koma, album ketiga Monkey to Millionaire yang merupakan eksplorasi sisi gelap yang diiringi nada-nada memikat. “Kalau gue beli album band, gue cuma mengharapkan lagunya enak,” kata Wisnu. “Nah, yang gue harapkan di album ini adalah semoga yang dengar merasa lagunya enak.”

Superglad merilis single baru berjudul "Hi!"

09.29.00

( Photo & Teks From: Demajors )

INFO EVENT GIGS - Setelah tertunda beberapa bulan, akhirnya SUPERGLAD merilis single terbaru yang berjudul “Hi!”, bertepatan dengan hari ulang tahun yang ke 14, 3 Maret 2017. lagu ini dipilih menjadi “jagoan” oleh Giox, Luks, Akbar & Dadi untuk album ke 7 SUPERGLAD yang rencananya akan di rilis pada April mendatang.



Untuk Single “Hi!”, SUPERGLAD bekerja sama dengan Iga Massardi dari Barasuara sebagai produser. “Iga kita ajak kerja sama karena dia adalah musisi muda berbakat yang punya ide-ide ciamik dalam setiap karyanya” Luks. Selain Iga, ada juga Yoga dari SSR yang membantu proses rekaman, serta lagu ini di mix oleh Andre Harihandoyo.

Lirik yang simpel serta musik yang catchy khas SUPERGLAD bisa ditemukan pada lagu “Hi!”,keterlibatan Iga sendiri membawa dampak yang signifikan pada lagu ini, pemilihan chord&riff yang segar membawa warna baru pada musik SUPERGLAD. Dan video klip nya nanti bisa diakses di akun youtubeNgguyu Project di hari yang sama. 

Pada album baru nanti, SUPERGLAD mengajak beberapa musisi untuk terlibat, mereka adalah Iga Massardi, Kin “The Fly”, Yai Item, Fafa, dan Andi dari IMJ (Institut Musik Jalanan)

Semoga lagu ini berkenan di hati para Hero (pendengar Superglad) dan juga pecinta musik di Indonesia. 
 
Copyright © INFO EVENT GIGS - Portal Seputar Musik | Designed by OddThemes